Sadar Sekolah
Kalau melihat kawan-kawan saya yang dulu se kampus dan kini telah mencapai puncak belajar formal, kini ada yang sudah mendapat gelar S3, ada yang baru menempuhnya dan ada pula yang sudah jadi professor. Lalu kenapa tidak banyak kawna-kawan termasuk saya tidak melanjutkan studi untuk meramaikan bursa sarjana? jawabannya macam-macam, dari mulai masalah finansial, kemampuan konsentrasi hingga kepada masalah tidak tertarik. Untuk yang ketiga ini bukan scara eksplisit, tetapi mungkin karena tengah berada dalam zona aman: finansial cukup, pekerjaan, atau sedang mendapat “durian” runtuh atau diruntuhkan kepadanya hehehe…
Kalau Gratis Bisa, kenapa Bayar
Jika Anda ingin memiliki tempat hosting secara profesional tapi juga tidak dipungut biaya sedikitpun, bahkan Anda akan dibayar, tidak salah jika memilih webhost. Pengalaman para webmaster, pilihan untuk belajar dan mengelola blog pirbadi atau situs profesional bisa di situ.
Waspadai Kelompok Atheis
Beberapa hari yang lau, saya mendapat kabar kalau Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang juga presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) mewanti-wanti umat beragama katanya agar mewaspadai dan mencermati “gerilyawan” ideologis dan politis yang dilancarkan kelompok berpaham ateis.
Lulusan TI Mengecewakan?
Waspadalah untuk Anda yang ingin berkarir di dunia TI (teknologi Informasi) sebab banyak lulusan TI itu mengecewakan. Fakta ini terungkap dalam sebuah ajang kompetisi pencarian kerja yang digelar JobsDB Career Expo 2010 di Sasana Budaya Ganesha, Tamansari Bandung. Seperti yang saya kutip dari detik.com
“Banyak pelamar tidak seperti yang kita harapkan. Kita sering kecewa,” ungkap Ahmad Bagus Santoso, HRD PT Indocyber Global Teknologi.
Menurut Bagus, pencari kerja itu memiliki nilai yang tinggi tetapi pengetahuan dasarnya justru banyak yang tidak bisa.
“IPK (indeks prestasi)-nya tinggi, bagus secara kualifikasi. Tapi saat ditanya hal yang dasar, yang menurut kami mereka mengusainya, mereka tidak bisa. Dan banyak yang seperti ini,” demikian katanya.
“Mungkin karena mereka sekarang cenderung instan, jadi saat ditanya hal yang sangat dasar mereka tidak bisa menjawabnya,” lanjut Bagus.
Dalam pameran tenaga kerja kali ini, ada sekitar 70 perusahaan yang ikut serta. Pada hari pertama, ajang ini dihadiri oleh 5.000 pencari kerja. Ajang ini sendiri berlangsung di Bandung hingga Minggu (17/1/2010).
Simbiosis Mutualisme Santri dan Peradaban Barat
HUBUNGAN antara Islam (santri) dan Barat kini telah mengalami kemajuan yang berarti. Itu disebabkan karena ilmuwan Barat lebih banyak bersinggungan langsung dengan dunia Islam, baik zaman dahulu maupun sekarang. Begitu juga umat Islam mulai melihat kenyataan bahwa keterbukaan dan pengakuan bahwa sains ada di Barat. Tulisan ini hendak menanggapi tulisan kawan saya, (Belajar ke Barat siapa takut?)Kawan kita, Jajang Jahroni, Dosen UIN, santri lulusan Buntet Pesantren kini tengah studi Antropologi di Boston University, Amerika Serikat. Itu adalah contoh kecil. Masih banyak Jajang lainnya, ratusan mungkin juga ribuan santri dan semi santri yang pergi ke kampung “Mamang Sam” atau ke negeri Eropa, guna memperdalam keilmuanya.
Pendidikan Berbasis Wasatan
Dan demikianlah telah Kami jadikan kamu suatu ummat yang di tengah.” (pangkal ayat 143).
Sebagai guru, banyak kawan-kawan merasa prihatin dengan berbagai kelompok masyarakat yang terkotak-kotak dalam barisan golongan. Dalam bentuk wacana, golongan atau organisasi tidaklah menjadi masalah, tetapi dalam skala praktis, kerapkali “doktrin” golongan ini berbenturan dengan praktek golongan lain sehingga menjadi ajang perdebatan “kebenaran mutlak”. Parahnya, doktrin ini semakin mengental dan sulit cair. Akhirnya, menjadi isu yang marak di masyarakat. Contohnya, gerakan-gerakan agama yang ajarannya tertutup tidak terbuka kini ekses kontranya semakin terasa.
Nasib Guru TK di Kampung
Di masa sekarang ini, profesi guru atau pengajar bagi komunitas kota terbilang sudah mencukupi dibanding dengan guru di kampung. Apalagi guru PNS yang semakin dimanjakan dengan penghasilan yang terus menerus ditambah. Meskipun tidak sinergis dengan kualitas output dan proses pendidikan secara makro. Namun berbeda sekali dengan nasib ibu Uniah (39) dari Kampung Pringapus, Semarang, Jawa Tengah. Pagi hari menjadi guru TK siangnya harus menjadi buruh cuci piring demi menghidupi empat anak-anaknya.
Berantem dengan Anak
Salah satu kebiasaan orang tua yang jarang disadari kalau perbuatan itu sangat merugikan bagi dunia pendidikan adalah kerap besitegang (berantem) dengan anak. Bahkan tidak jarang orang tua yang agresif, kejadian itu hampir muncul setiap hari bahkan lebih sering lagi.
Kebanyakan orang tua mengetahui bahwa pola asuh anak bernuansa kekerasan (child abuse) berdampak kepada psikologis anak dan akan membawa gangguan emosional saat besar nanti. Namun kesadaran untuk menghentikan perilaku keras kepada anak saat berhadapan hilang begitu saja.
Bill Gates Gak Bosen Beramal
Membicarakan pria satu ini tidak bosen-bosennya. Sama seperti Bos Microsoft ini pun tidak bosen-bosennya membagikan kekakyaannya itu kepada masyarakat dan dunia pendidikan. Setelah 2008 ia tidak lagi aktif di Microsoft, pria yang pernah menduduki orang terkaya di dunia ini mengawaki Yayasan Bill & Melinda Gates. Dari yayasan inilah pundi-pundi kekayaannya mengalir dan baru-baru ini, telah mengucurkan uang sebanyak US$3,4 juta (Rp 32 miliar) untuk membantu koneksi internet perpustakaan umum di berbagai tempat.
Adakah Cameron Jhonson Indonesia?
Cukup kaget bagi saya sebagai orang kampung mengetahui ada orang kaya dalam usia 15 tahun, telah biasa meraih cek (profit) senilai USD300.000 hingga USD400.000 per bulan. Saat awal bisnisnya, Cameron Jhonson, 25, memulai bisnis pada usia 9 tahun dan belum genap usia 20 tahun ia mendapat penghasilan USD 1 juta.
Dari catatan di bawah ini, saya kemukakan dari tahun ke tahun ia berhasil mendapatkan moment keberhasilan dari bisnis yang ia jalankan sendiri. Sederet kesuksesanya bisa dilihat dalam kurun beberapa tahun:
Saat usia 9 tahun, tepatnya pada 1994, dia mulai berbisnis di rumahnya,Virginia, Amerika Serikat. Dasar anak kreatif, dia mampu membuat surat undangan pesta liburan orang tuanya. Dari sini, ia mencoba menjual kepada teman-teman dan tetangganya.











